Alunan musik dari tiga buah Loudspeaker bergema menyatu dengan suara deburan ombak, memecah sunyinya samudera. Alunannya mengantarkan ke malam yang semakin larut di hari ke 26, bulan ke-6, di tahun 2013.
Ada sekitar puluhan orang nampaknya yang memenuhi halaman rumah Pak Togar (semoga saya tidak salah mengingat). Rumah Pak Togar adalah salah satu rumah yang ditempati beberapa peserta KKN Miangas.
Malam itu di rumah Pak Togar, ada pesta kecil-kecilan. Salah seorang anaknya berulang tahun, saya lupa tepatnya yang keberapa. Yang jelas, ada pesta malam itu.
Layaknya pesta kebanyakan, ada musik dan ada makanan. Ya, makanan tentu jadi sajian yang tak terlewatkan. Pelengkap selanjutnya adalah gerakan tubuh mengikuti alunan musik-meski kadang tak seirama-simbol suka cita.
Ada yang berjoget, ada yang hanya duduk meyaksikan sambil menggoyang-goyangkan kepala sembari tertawa bersama, dan ada juga yang hanya jadi pengamat. Waktu terus menggelinding, satu per satu lagu terdengar silih berganti. Kebanyakan terdengar seperti bahasa warga setempat, namun lebih sering terdengar seperti bahasa negeri tetangga sebelah.
Makna tak menentukan gerakan. Makna lagunya boleh saja sedih, tapi gerakan suka cita terus berdendang, tawa lepas simbol bahagia malam itu serasa menular.
Malam semakin larut, terlihat keringat mulai mengucur dari si empunya malam. Serupa sedang menikmati olahraga di malam hari. Bukan di Lapangan Golf, tapi di Miangas. Bukan di kolam renang hotel berbintang lima, tapi di bentangan Samudera Pasifik. Pemandangannya jauh lebih menenangkan. Langit tersapu milyaran bintang, semuanya milik kita.
Di tanah ini, musik adalah pengantar kedamaian. Tidak usah khawatir ada tetangga yang melempari dan memaki tetangganya karena menyetel suara musik-musik keras-keras, pun ketika itu jadwal tidur siang. Hanya saja, untuk persoalan ibadah lain cerita. Segala bentuk suka cita muaranya adalah dendangan. Musik, joget menjelma kebiasaan bagi masyarakat di sana.
Listrik di Miangas masih terbatas, belum bisa dinikmati full 24 jam. Listrik hanya bisa dinikmati dari pukul 15.00 siang hingga pukul 06.00 WITA. Itupun, jika telah memasuki pukul 12.00 malam ke atas, PLN akan terus memberi tanda dengan "menyala" lalu "padam" sekian detik bahkan menit. Keadaan itu terus berulang hingga pukul 06.00, dan listrik akan betul-betul padam untuk beberapa jam kedepan. Sedang di siang hari, saat lantunan musik mulai terdengar keras dari luar sana, itu pertanda bahwa Listrik sudah menyala lagi.
Menyetel volume maksimal adalah hak setiap rumah. Ah, ini di Miangas. Pulau kecil yang sendiri di tepi samudera pasifik. Di pulau ini, musik adalah milik kita, berjogetlah!
Di salah satu malam, di Miangas
0 comments