Terang memecah gelap pagi ini, hingar bingar kesibukan kembali terdengar.
Tak ada yang mampu menyangkal terlebih menolak.
Waktu terus berjalan, masih lekas dalam ingatan...lembayun senja menari-nari di singgasananya, dan malam yang telah membunuhnya.
Saat energi yang terdekap erat terbuang sia-sia merekam segalanya, manusia hanya mampu hanyut. Sedikit yang mampu melawan.
Bahkan, ketika penyesalan tergilas habis oleh waktu...mereka hanya mampu duduk bertopang dagu.
Tak peduli dengan mereka yang berkoar-koar tanpa arah, diri ini adalah diri ini. Mereka adalah mereka.
Tak ada yang mampu menyangkal terlebih menolak.
Waktu terus berjalan, masih lekas dalam ingatan...lembayun senja menari-nari di singgasananya, dan malam yang telah membunuhnya.
Saat energi yang terdekap erat terbuang sia-sia merekam segalanya, manusia hanya mampu hanyut. Sedikit yang mampu melawan.
Bahkan, ketika penyesalan tergilas habis oleh waktu...mereka hanya mampu duduk bertopang dagu.
Tak peduli dengan mereka yang berkoar-koar tanpa arah, diri ini adalah diri ini. Mereka adalah mereka.
3 comments
mungkinkah mampu membunuh senja,...? sedang senja waktu yg terus berlalu, sebelum kau menyadari dia sudah kembali pergi...meninggalkan jingganya yg semerah saga....meninggalkan hangatnya hati kita...
BalasHapus^_*
senja begitu hangat..
BalasHapussenja yang senatiasa menjadi penguat hati menghadapi dinginnya malam,,
diriku selalu berharap senja tak pernah berakhir..apalagi membunuhnya..
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus