The Journey to the Northernmost of Indonesia

  • 5/19/2013 10:20:00 PM
  • By adriyani.ayu
  • 0 Comments



Dear you,
Sebentar lagi, saya akan tidur dan bangun pagi sementara waktu di pulau terluar bagian utara Indonesia. Ya, sebentar lagi saya akan menghirup udara segar di negeri Nyiur Melambai. Tepatnya, di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Desa Khusus Miangas. Have you ever heard about it?

Sumber

Pertama kali saya mendengar nama pulau ini dari salah satu iklan produk Mie instan. Ya, “Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas sampai Pulau Rote, Indonesia tanah airku….nananannananannana”. Sabang di ujung barat Indonesia, Merauke di ujung timur Indonesia, Rote di ujung selatan Indonesia, dan Miangas di ujung utara Indonesia. Informasi selanjutnya, saya peroleh dengan membaca banyak artikel di internettentunya, setelah saya memutuskan untuk memilih Miangas sebagai tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau satu dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat.

Entah demi apa saya memutuskan untuk memilih satu dari pulau terluar Indonesia ini. Pulau yang harus ditempuh dalam waktu tidak kurang dari lima hari (dengan kapal laut) dari Makassar itupun dengan catatan jika alam bersahabat, yang ukurannya sangat kecil (maka jangan heran kalau tidak menemukannya di peta), yang bisa selesai dikitari hanya dengan waktu 2-3 jam, yang lebih dekat dengan daerah paling selatan Filiphina (2-3 jam) daripada ke ibu kota kabupatennya sendiri (sehari semalam), yang hanya ada satu tower operator seluler, yang menjadi sulit diakses di bulan Oktober hingga Maretkarena alam selalu punya cara sendiri untuk bersahabat dengan kita. Yang pasti, itulah tantangannya, that’s why I chose it. Tapi lebih daripada itu, Indonesia bukan cuma Makassar, apalagi Jakarta saja toh!


Sumber

18 Mei yang lalu, di kertas pengumuman itu saya melihat nama Ayu Adriyani, NIM E31110001, dari FISIP, Ilmu Komunikasi menjadi satu dari 50 nama yang tersusun secara alphabetis yang lolos seleksi untuk mengikuti KKN Nusantara di Pulau Miangas. Itu saya.

Beberapa waktu sebelumnya, tidak kurang dari 300 orang mengikuti seleksi dengan mengumpulkan beberapa berkas dan mengikuti tes wawancara untuk KKN Sebatik (terletak diantara Malaysia dan Kalimantan) dan Miangas (berbatasan dengan Filiphina) untuk dipilih 80 orang. Dan tentunya, saya adalah satu dari  mereka. Ah, tes wawancara itu cukup lah membanting mental. Namun bagaimanapun, semua itu harus terlewati untuk sampai di Miangas.

Sebentar lagi, perjalanan menuju pulau terluar di bagian utara Indonesia akan segera dimulai. Tidak sabar rasanya bercerita jauh lebih banyak tentang pulau yang nyaris tertelan lautan itu. Sebentar lagi, saya tidak hanya jadi pembaca dari artikel-artikel itu, tapi juga pencerita.

And you, I’ll be telling you more about it as soon as possible…

You Might Also Like

0 comments