Memblokade Rasa Takut #1

  • 9/21/2013 10:42:00 PM
  • By adriyani.ayu
  • 0 Comments

Sumber

Perjalanan itu mendewasakan. Perjalanan dan petualangan adalah sedikit dari banyak pilihan yang ada untuk menghidupi hidup. Terus mencoba, melangkah, memblokade rasa takut adalah bahan bakarnya.

Perjalanan dimulai di hari suci yang Insya Allah penuh berkah, Jumat, 21 Juni 2013. Di tengah hiruk pikuk Bandara International Hasanuddin, saya dan 73 mahasiswa Universitas Hasanuddin lainnya masih sibuk dengan perbincangan-perbincangan konyol tentang banyak hal. Semuanya masih nampak segar, dengan senyum lebar yang cerah.

Ya, ada 74 mahasiswa Unhas yang akan melaksanakan KKN di Pulau Miangas. Banyak yang bertanya, “kenapa jauh sekali?” Pertanyaan itu serasa menggelitik, mungkin jawabannya “karena kami memilih dan kami terpilih”―mungkin. Meskipun, untuk sebagian mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) itu waktu untuk bersantai, kalau ada yang mudah kenapa mesti cari yang susah, kalau ada yang dekat, kenapa mesti cari yang jauh. Kan biar bisa pulang balik juga. Tapi, kalau ada yang beda kenapa mesti sama, atau kalau ada yang tidak biasa kenapa mesti biasa?

Jarum jam melenggang pasti menuju angka tiga. One step closer, Miangas. Pernah dengar nama tempat itu sebelumnya? Mungkin iya, mungkin juga belum. Modal informasi awal saya untuk mengikuti tes KKN agar bisa ke Miangas hanya dari jingle salah satu produk mie instant. Dari itu saya tahu, kalau Miangas adalah salah satu pulau dalam jejeran pulau terluar di bagian utara Indonesia. Ya,  seperti Sabang di Barat, Merauke di Timur, dan Rote di Selatan. Barulah kemudian saya mencoba mencari informasi lebih dengan bantuan mesin pencari serba tahu, Google. Untuk tahap awal, informasi-informasi yang didapat cukup membantu. Yang saya butuhkan bahkan―mungkin―teman-teman yang lain hanyalah waktu untuk mengklarifikasi hingga mengamini banyak hal.

Jalan panjang menuju daratan di Utara Indonesia, diawali dengan pesawat. rute awal yang ditempuh untuk sampai di Miangas adalah menggunakan pesawat dengan tujuan Negeri Paman Sam (Kata seorang teman). Ya, dengan tujuan Bandara Samratulangi Manado. Hanya butuh waktu 1 Jam 45 Menit untuk menyapa Bumi "Sitou Timou Tumou Tou"―Memanusiakan manusia. 

Pukul 17.30, saat cakrawala mulai menguning di ufuk barat, tulisan besar “The Port of Bitung” di atap gedung Terminal menjadi penanda dimana kami berada saat ini. Di pelabuhan ini, debu mengepul di setiap sudut, menyatu dengan bau sibuk yang semakin kuat dari waktu ke waktu. Dari kejauhan, salah satu kapal besar terlihat bertengger dengan gagah di bibir dermaga. Saya membatin, menduga kapal itulah yang akan membawa kami berjumpa dengan Miangas. Namun apa daya, kenyataan tak semanis keinginan rupanya. Viewnya harus diturunkan. Ternyata, kapal yang akan membawa kami adalah kapal perintis dengan ukuran yang tidak begitu besar, ia bertengger sempurna di belakang kapal Pelni besar yang saya lihat sebelumnya―KM. Meliku Nusa.

Bersambung.....

You Might Also Like

0 comments